Belajar Brand Building dari BTSO (Born To Stand Out): Berani, Cerdas, dan Sangat Relevan

Category
Category
LENGTH
2 min read
Thomas Joseph

Thomas Joseph

Belajar Brand Building dari BTSO: Nama Cerdas, Pesan Berani, dan Positioning Kuat

Di tengah pasar fragrance yang penuh dengan narasi elegan, romantis, dan “aman”, muncul sebuah brand yang memilih jalur berbeda: Born To Stand Out atau yang lebih dikenal sebagai BTSO.

Brand ini bukan sekadar menjual parfum. Mereka menjual sikap, keberanian, dan identitas. Dari nama, pesan komunikasi, hingga packaging—semuanya dirancang untuk membuat orang berhenti, memperhatikan, lalu bereaksi.

Apa saja pelajaran penting yang bisa kita ambil dari BTSO?


1. Kejeniusan Memilih Nama: BTSO dan Efek Asosiasi Bawah Sadar

Nama BTSO adalah langkah branding yang sangat strategis.

Di level bawah sadar, banyak orang langsung mengasosiasikan “BTS” dengan brand global yang sudah sangat kuat. Walaupun industrinya berbeda, efek familiar ini menciptakan:

  • Rasa penasaran

  • Kemudahan diingat

  • Trigger emosional yang sudah terbentuk sebelumnya

Ini contoh nyata bahwa nama brand bukan hanya soal unik, tapi soal bagaimana ia bekerja di benak pasar.

Brand yang kuat bukan hanya dikenali, tapi diasosiasikan.


2. Kejelian Membaca Pasar: Anti-Mainstream yang Justru Dicari

BTSO memahami satu hal penting:
pasar sudah jenuh dengan cerita yang sama.

Saat banyak brand bermain aman, BTSO justru membaca peluang di segmen:

  • Konsumen urban

  • Gen Z & Millennial

  • Market yang mencari expression, bukan sekadar function

Mereka tidak mencoba menyenangkan semua orang. Mereka fokus pada orang yang merasa “akhirnya ada brand yang mewakili gue.”

Dan itu membuat brand ini relevan, bukan pasaran.


3. Keberanian Menggunakan Kata-Kata Kasar (Controlled Provocation)

Salah satu ciri khas BTSO adalah penggunaan bahasa yang:

  • Blak-blakan

  • Provokatif

  • Bahkan terkesan kasar

Namun ini bukan asal kasar.

Pesan mereka:

  • Konsisten dengan positioning

  • Relevan dengan target market

  • Selaras dengan karakter brand

Inilah yang disebut controlled provocation — berani, tapi terarah.

Brand yang kuat tahu:

Apa yang harus dikatakan, dan kepada siapa.


4. Packaging yang Unik: Visual sebagai Pernyataan Sikap

Packaging BTSO bukan sekadar wadah. Ia adalah statement.

  • Tipografi tegas

  • Desain minimal tapi “menantang”

  • Tidak mencoba terlihat mewah secara konvensional

Hasilnya?
Botol BTSO langsung recognizable bahkan dari kejauhan.

Ini membuktikan bahwa:

Packaging adalah media komunikasi pertama brand—bahkan sebelum produk dicoba.


5. Essence Brand yang Konsisten di Semua Touchpoint

Nama, visual, copywriting, campaign—semuanya berbicara dengan satu suara:
Born To Stand Out.

Tidak ada elemen yang “asal ikut tren”.
Tidak ada komunikasi yang keluar jalur.

Inilah kekuatan brand dengan Brand DNA yang jelas:

  • Konsisten

  • Autentik

  • Sulit ditiru


Kesimpulan: Brand Kuat Tidak Takut Kehilangan Pasar

BTSO mengajarkan satu pelajaran besar:

Brand yang kuat tidak berusaha disukai semua orang, tapi dicintai oleh orang yang tepat.

Keberanian mereka bukan tanpa strategi. Semua keputusan branding BTSO berdiri di atas:

  • Riset

  • Pemahaman pasar

  • Kejelasan identitas


🚀 Ingin Membangun Brand Sekuat BTSO?

Jika kamu ingin:

  • Menemukan Brand DNA

  • Membangun brand yang stand out, bukan sekadar eksis

  • Menyusun strategi branding yang relevan dan berani

👉 Konsultasikan brand kamu bersama FMGroup
Kami membantu brand bukan hanya terlihat bagus, tapi bermakna dan berdampak.

Related News

Digital First Brand
Uncategorized

Digital First Brand

Digital First Brand: Strategi Wajib untuk Brand yang Ingin Tumbuh dan Bertahan di Era Digital Di era digital yang sangat kompetitif saat ini, memiliki produk

Read More »